Jumat, 14 Mei 2010

Manajemen Harddisk (Quota)

Space disk dalam sebuah system multiuser dapat menjadi suatu hal yang agak menakutkan. Pengalaman penulis membuktikan bahwa ketika kita memasang harddisk baru dengan space yang banyak, maka user juga seakan-akan berlomba-lomba untuk memenuhi space harddisk yang dia miliki di server kita. Semakin banyak kita menambah space, semakin cepat juga keinginan user untuk memenuhi space miliknya. Cara terbaik untuk memastikan bahwa kita memiliki space disk yang cukup untuk system yang kita miliki adalah dengan menerapkan disk quota.


1. Instalasi software disk quota


Software quota dapat kita install dari CD installer RH yang kita punyai. Software ini terletak pada direktori Redhat/RPMS setelah kita mount CD ROM yang kita miliki. Untuk menginstall software quota , kita dapat mengtikkan perintah sbb:
rpm -Uvh quota-.i386.rpm

Contoh:
rpm -Uvh quota-2.00pre3-2.i386.rpm

Setelah software quota terinstall, kita dapat mengkonfigurasinya.

2. Mengkonfigurasi system untuk mendukung disk quota


Pertama, tentukan di partisi yang mana kita akan menerapkan disk quota. Lalu tentukan pula apakah quota akan diterapkan pada user, group, atau keduanya. Di sini diasumsikan bahwa kita akan menerapkan disk quota per user pada partisi /home dan disk quota per group untuk partisi /www. Juga diasumsikan kita memiliki file /etc/fstab yang mengandung baris di bawah ini:
/dev/hda2 /home ext2 defaults 1 2
/dev/hda5 /www ext2 defaults 1 2

Sekarang, untuk menerapkan disk quota pada partisi /home, maka kita harus memodifikasi baris pertama di atas menjadi:
/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota 1 2

Option baru yang ditambahkan pada baris di atas berfungsi untuk mengaktifkan disk quota untuk user. Sama seperti di atas, untuk mengaktifkan group disk quota maka kita harus mengedit baris kedua menjadi:
/dev/hda5 /www ext2 defaults,grpquota 1 2

Sebagai catatan, kita dapat menerapkan usrquota dan grpquota pada partisi yang sama.
Setelah file /etc/fstab dimodifikasi, kita harus memodifikasi file /etc/rc.d/rc.local agar berisi baris-baris di bawah ini:

#Check quota and then turn on.
if [ -x /sbin/quotacheck ]; then
echo -Checking quotas. This may take some time – -
sbin/quotacheck -avug
echo -Done.-
fi
if [ -x /sbin/quotaon ]; then
echo- Enabling disk quota .. -
/sbin/quotaon -avug
echo -Done.-
fi

Script di atas akan mengaktifkan pengecekan quota lalu mengaktifkan fitur disk quota.
Sekarang kita buat file-file quota untuk setiap system file yang telah kita definisikan pada quota control. Dengan asumsi partisi yang diterapkan disk quota adalah /home dan /www maka buatlah file-file quota dengan perintah sebagai berikut:

touch /home/quota.user
touch /www/quota.group

Pastikan bahwa dua file ini memiliki ijin akses baca dan tulis hanya untuk user root saja.
Sekarang kita telah menyelesaikan konfigurasi quota level system, sebelum kita berlanjut pada pemberian quota untuk tiap user dan group, maka kita perlu mereboot komputer kita.

3. Memberikan disk quota kepada user


Setelah kita mereboot komputer yang kita miliki dengan konfigurasi quota yang baru, kita dapat memberikan disk quota per user dengan perintah edquota. Sebagai contoh, untuk mengalokasikan disk quota pada user yang bernama togatta, maka kita dapat mengetikkan perintah berikut:

edquota -u togatta

Perintah tersebut akan memunculkan default editor seperti vi atau editor lainnya dengan isi mirip seperti berikut:

Quotas for user togatta:
/dev/hda2: blocks in use: 0, limits (soft=0, hard=0)
inodes in use: 0, limits (soft=0. hard= 0)

Di sini terlihat bahwa user togatta telah menggunakan 0 blocks (dalm KB) pada partisi /dev/hda2 (di bawah kontrol quota user), dan limit (soft atau hard) juga belum diset.
Seperti yang kita lihat, kita dapat mengeset limit besar space (dalam blocks) yang bisa digunakan seorang user dan pada saat yang bersamaan dapat mengontrol berapa banyak file yang dapat dimiliki oleh user. Parameter soft limit mengatur besar maksimum space disk (blocks) atau file (inodes) yang bisa dimiliki user pada file system yang ada. Parameter hard limit merupakan besar absolut space disk (dalam blocks) atau file (inodes) yang bisa dimiliki oleh user.

Sebagai contoh apabila kita ingin membuat user togatta untuk memiliki soft limit 1 MB (1024 KB) dan hard limit 4 MB (4096) pada space disknya. Juga misalkan kita menginginkan agar user togatta dibatasi soft limitnya sampai 128 file/direktori (inodes) dan hard limitnya sampai 512 file/direktori, maka kita dapat mengesetnya dengan mengetikkan perintah:

edquota -u togatta

dan editlah menjadi seperti berikut:

Quotas for user togatta:
/dev/hda2: blocks in use: 0, limits (soft=1024, hard=4096)
inodes in use: 0, limits (soft=128. hard= 512)

Setelah kita men-save konfigurasi di atas, maka user togatta tidak dapat lagi melampaui hard limit yang telah diterapkan. Jika user togatta berusaha untuk melampaui dua batasan ini (space disk dan jumlah inode), pesan error akan ditampilkan. Sebagai contoh:

[togatta@dekstop /home] $ mkdir dokumen

mkdir: cannot make directory -dokumen- : Disk quota exceeded
Di sini, user togatta berusaha untuk membuat direktori baru di bawah /home dan karena limit quota untuk quota ini telah dilampaui, error di atas akan dimunculkan.

4. Memonitoring penggunaan harddisk


a. Dengan menggunakan quota
Untuk mengetahui user mana yang paling banyak menghabiskan space disk, kita dapat menjalankan perintah quota sebagai berikut:
quota -u
Sebagai contoh:

quota -u togatta

Disk quotas for user ttogatta (uid 500):
Filesystem blocks quota limit grace files quota limit grace
/dev/hda2 0 1024 4096 1 128 512

b. Dengan menggunakan df
Pengecekan space yg masih tersisa pada semua file system yg telah dimount dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah df. Dan untuk mempermudah pembacaan, maka berilah option -h setelah df.

c. Dengan menggunakan du
Untuk mengecek berapa banyak space yang telah dihabiskan pada directori tertentu (dan subdirektori di bawahnya), kita dapat menggunakan perintah du. Untuk memudahkan tambahkanlah option -h.
READ MORE - Manajemen Harddisk (Quota)

Managemen User

1. Membuat User Baru
Membuat sebuah account user yang baru sangatlah mudah. Untuk membuat user baru dari command line, kita dapat menjalankan perintah useradd . Sebagai contoh, untuk membuat sebuah user yang bernama Dono, kita dapat menjalankan perintah sbb:

useradd togatta

Kemudian jangan lupa untuk memberikan password kepada user baru yang telah dibuat dengan mengetikkan perintah passwd .

Contoh:
passwd togatta

Setelah mengetikkan perintah di atas, maka kita akan diminta untuk memasukkan password yang kita inginkan dua kali.
Dalam default system, ketika user baru ditambahkan, maka user baru tersebut akan mempunyai home directory di bawah /home/. Sebagai contoh, ketika kita mengeksekusi perintah di atas (useradd togatta), maka user yang bernama togatta akan memiliki home directory /home/togatta.

Untuk mengubah default system ini, kita dapat memberikan option-option lain setelah perintah useradd. Misalnya kita menginginkan agar si togatta diberikan home directory di /www/togatta, maka kita dapat memberikan option -d setelah perintah useradd.

Contoh:
useradd -d /www/togatta

Sebagai catatan, useradd hanya membuat direktori akhir, bukan semua path. Sehingga bila kita memberikan perintah useradd -d /www/togatta, maka useradd akan menciptakan direktori togatta apabila telah ada direktori yg bernama /www.
Program useradd akan menciptakan suatu group bagi setiap user yg ditambahkan. Setiap user akan tergabung dalam group-group tertentu. Program useradd akan memberikan nama group yang sama seperti nama user yang dibuat.
Misalnya ketika kita membuat user baru dengan perintah useradd dono, maka si dono akan berada dalam group togatta. Untuk mengubah default ini, maka kita dapat memberikan parameter -g setelah perintah useradd.

Contoh:
useradd togatta -g users

Hal tersebut akan membuat user togatta tergabung dalam group users.

2. Membuat group baru
Untuk membuat group baru kita dapat mengetikkan perintah groupadd .

Contoh:
groupadd hacker

Perintah ini akan menambah group baru yang bernama hacker di /etc/group dan pada /etc/gshadow jika kita menggunakan shadow password.

3. Memodifikasi account user yang sudah ada


a. Mengubah password
Seorang system administrator akan sering berhubungan dengan masalah user yang lupa akan passwordnya. Perintah di bawah ini akan mengganti password user yang lama dengan password yang baru:
passwd

Misalkan si togatta lupa akan passwordnya atau ingin mengubah passwordnya, maka si togatta atau system administrator yang bersangkutan dapat mengubahnya dengan mengetikkan perintah:

passwd togatta.

b. Mengubah home directory
Untuk mengubah home directory dari user yang sudah ada, kita dapat mengetikkan perintah:
usermod -d

Contoh:
usermod -d /home2/togatta togatta

Jika ternyata home directory togatta yang lama telah berisi file-file kepunyaan togatta, maka kita dapat memindahkan home directory togatta beserta file2nya dengan option -m.

Contoh:
usermod -d -m /home2/togatta togatta

c. Menghapus account user
Untuk menghapus account user yang sudah ada, kita dapat menggunakan perintah userdel. Contoh:

userdel togatta

Perintah tersebuat akan menghapus user yang bernama togatta. Jika kita ingin menghapus home directory user beserta isi file atau direktori yang berada di bawahnya, maka kita dapat memberikan option -r setelah userdel.
READ MORE - Managemen User

TUGAS ADMINISTRATOR JARINGAN

Seorang administrator sistem, sistem administrator, adalah orang dipekerjakan untuk menjaga dan mengoperasikan komputer sistem dan / atau jaringan. Sistem administrator mungkin menjadi anggota dari suatu teknologi informasi departemen.
Tugas-tugas seorang administrator sistem yang luas, dan sangat bervariasi dari satu organisasi yang lain. Sysadmins biasanya diisi dengan menginstal, mendukung, dan memelihara server atau sistem komputer lain, dan perencanaan untuk dan menanggapi pelayanan padam dan masalah lain. Tugas-tugas lain mungkin termasuk script atau cahaya pemrograman, manajemen proyek untuk sistem-proyek terkait, mengawasi atau pelatihan operator komputer, dan menjadi konsultan untuk masalah-masalah komputer di luar pengetahuan tentang dukungan teknis staf. Seorang administrator sistem harus menunjukkan campuran keterampilan teknis dan tanggung jawab dalam rangka untuk melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik.


Keahlian

Pokok sistem administrasi termasuk sistem komputer dan cara orang menggunakannya dalam sebuah organisasi. Hal ini memerlukan pengetahuan tentang sistem operasi dan aplikasi, serta perangkat keras dan perangkat lunak pemecahan masalah, tetapi juga pengetahuan tentang tujuan bagi orang-orang dalam organisasi menggunakan komputer.
Namun, mungkin yang paling penting keterampilan untuk seorang sistem administrator adalah pemecahan masalah - sering di bawah berbagai macam kendala dan stres. Sysadmin adalah panggilan ketika sebuah sistem komputer atau kesalahan fungsi turun, dan harus dapat mendiagnosis dengan cepat dan benar apa yang salah dan bagaimana cara terbaik untuk memperbaikinya.
Administrator sistem tidak insinyur perangkat lunak atau pengembang. Hal ini tidak biasanya dalam tugas mereka untuk mendesain atau menulis perangkat lunak aplikasi baru. Namun, sysadmins harus memahami perilaku perangkat lunak dalam rangka untuk menyebarkan dan untuk memecahkan masalah, dan umumnya tahu beberapa bahasa pemrograman yang digunakan untuk otomatisasi script atau tugas-tugas rutin.
Terutama ketika berhadapan dengan internet-menghadap atau bisnis sistem kritis, sysadmin harus memiliki pemahaman yang kuat keamanan komputer. Ini termasuk perangkat lunak tidak hanya menggelar tambalan, tapi juga mencegah break-ins dan masalah keamanan lainnya dengan langkah-langkah pencegahan. Dalam beberapa organisasi, administrasi keamanan komputer adalah peran yang terpisah secara keseluruhan bertanggung jawab atas keamanan dan biaya pemeliharaan firewall dan sistem deteksi intrusi, tetapi semua sysadmins umumnya bertanggung jawab atas keamanan sistem dalam menjaga mereka.

Bidang Terkait

Banyak staf organisasi pekerjaan lain yang berhubungan dengan administrasi sistem. Dalam sebuah perusahaan besar, hal ini mungkin semua akan terpisah posisi di dalam dukungan komputer atau Information Services (IS) departemen. Kelompok yang lebih kecil mereka dapat dipakai oleh beberapa sysadmins, atau bahkan satu orang.

• Seorang database administrator (DBA) memelihara sebuah database sistem, dan bertanggung jawab atas integritas data dan efisiensi dan kinerja sistem.
• Seorang administrator jaringan memelihara infrastruktur jaringan seperti switch dan router, dan diagnosa masalah dengan ini atau dengan perilaku jaringan komputer terlampir.
• Seorang administrator keamanan adalah spesialis dalam jaringan komputer dan keamanan, termasuk administrasi perangkat keamanan seperti firewall, serta konsultasi keamanan umum.
• Seorang administrator Web mengelola layanan server web (seperti Apache atau IIS) yang memungkinkan untuk internal atau eksternal akses ke situs web. Tugas termasuk mengelola beberapa situs, administrasi keamanan, dan mengkonfigurasi komponen dan perangkat lunak yang diperlukan. Tanggung jawab mungkin juga termasuk perangkat lunak manajemen perubahan.
• Dukungan teknis staf merespon kepada pengguna individu 'kesulitan dengan sistem komputer, memberikan petunjuk dan kadang-kadang pelatihan, dan mendiagnosis dan memecahkan masalah yang umum.
• Sebuah operator komputer melakukan pemeliharaan rutin dan pemeliharaan, seperti perubahan atau penggantian backup tape drive gagal dalam sebuah RAID. Tugas-tugas seperti biasanya membutuhkan kehadiran fisik di dalam ruangan dengan komputer, dan sementara kurang terampil dari tugas sysadmin memerlukan tingkat kepercayaan yang serupa, karena operator mungkin memiliki akses ke data yang sensitif.
Dalam beberapa organisasi, seseorang mungkin mulai sebagai anggota staf dukungan teknis atau operator komputer, kemudian mendapatkan pengalaman pada pekerjaan yang harus dipromosikan ke posisi sysadmin.

Training

Tidak seperti banyak profesi lain, tidak ada satu jalan untuk menjadi seorang sistem administrator Banyak administrator sistem mempunyai gelar dalam bidang terkait: ilmu komputer, teknologi informasi, teknik komputer, sistem informasi manajemen, atau bahkan perdagangan program sekolah. Memiliki cabang sekolah lain mereka program Ilmu Komputer khusus untuk administrasi sistem.
Beberapa sekolah telah mulai menawarkan gelar sarjana dalam Administrasi SistemYang pertama, Rochester Institute of Technology [1] dimulai pada tahun 1992. Lain seperti Rensselaer Polytechnic Institute, Marist College, dan Drexel University memiliki lebih baru-baru ini menawarkan gelar dalam Teknologi Informasi.
Pada tahun 2008 hanya empat universitas-universitas AS, Rochester Institute of Technology [2], New York City College of Technology, Tufts, dan Michigan Tech telah lulus program dalam administrasi sistem. [Rujukan?] Di Norwegia, ada khusus Inggris-mengajar program MSc yang diselenggarakan oleh Universitas Oslo College [3] bekerjasama dengan Universitas Oslo, yang diberi nama "program Master di Jaringan dan Administrasi Sistem." University of Amsterdam (UVA) menawarkan program serupa bekerja sama dengan Hogeschool van Amsterdam (HvA) bernama "Master System dan Network Engineering" [1]. Namun, banyak sekolah-sekolah lain yang terkait menawarkan gelar sarjana di bidang-bidang seperti sistem jaringan dan keamanan komputer.
Salah satu kesulitan utama dengan administrasi sistem pengajaran sebagai suatu disiplin universitas formal, adalah bahwa industri dan perubahan teknologi jauh lebih cepat daripada buku pelajaran dan kursus khas proses sertifikasi. Pada saat buku baru telah bertahun-tahun bekerja melalui persetujuan dan komite, teknologi spesifik yang ada tertulis mungkin telah berubah secara signifikan atau sekarang usang.
Selain itu, karena sifat praktis sistem administrasi dan ketersediaan mudah open-source server perangkat lunak, banyak sistem administrator memasuki lapangan otodidak.
Umumnya, calon administrator akan dibutuhkan untuk memiliki pengalaman dengan sistem komputer dia diharapkan untuk mengelola. Dalam beberapa kasus, calon diharapkan untuk memiliki sertifikasi industri seperti Microsoft MCSA, MCSE, MCITP, Red Hat RHCE, Novell CNA, CNE, Cisco CCNA atau CompTIA 's A + atau Network +, Sun Certified SCNA, Linux Profesional Institute antara lain.
Kadang-kadang, hampir secara eksklusif di situs yang lebih kecil, peran administrator sistem dapat diberikan kepada pengguna yang terampil di samping atau di penggantian tugas nya. Sebagai contoh, tidak biasa bagi guru matematika atau komputasi untuk melayani sebagai administrator sistem sebuah sekolah menengah.

Tugas dari sistem administrator

Sebuah tanggung jawab administrator sistem mungkin mencakup:
• Menganalisis log sistem dan mengidentifikasi potensi masalah dengan sistem komputer.
• Memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam ada pusat data lingkungan.
• Rutin melakukan audit terhadap sistem dan perangkat lunak.
• Pertunjukan backup.
• Menerapkan sistem operasi update, patch, dan perubahan konfigurasi.
• Baru menginstal dan mengkonfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak.
• Menambahkan, menghapus, atau memperbarui account pengguna informasi, reset password, dll
• Menjawab pertanyaan teknis.
• Tanggung jawab untuk keamanan.
• Tanggung jawab untuk mendokumentasikan konfigurasi sistem.
• Troubleshooting melaporkan setiap masalah.
• Sistem tuning kinerja.
• Memastikan bahwa infrastruktur jaringan dan berjalan.

Dalam organisasi yang lebih besar, beberapa tugas yang tercantum di atas dapat dibagi di antara sistem yang berbeda administrator atau anggota dari kelompok organisasi yang berbeda. Sebagai contoh, individu yang berdedikasi (s) dapat menerapkan semua upgrade sistem, sebuah Quality Assurance (QA) Tim dapat melakukan pengujian dan validasi, dan satu atau lebih penulis teknis mungkin bertanggung jawab untuk semua dokumentasi teknis ditulis untuk sebuah perusahaan.

Dalam organisasi yang lebih kecil, administrator sistem juga dapat melakukan sejumlah tugas di tempat lain yang terkait dengan bidang-bidang lain:

• Dukungan Teknis
• Database administrator (DBA)
• Administrator jaringan / analis / spesialis
• Aplikasi analis
• Administrator keamanan
• Programmer

Administrator sistem, dalam organisasi yang lebih besar, cenderung tidak sistem arsitek, insinyur sistem, atau perancang sistem. Namun, seperti banyak peran dalam bidang ini, demarkasi antara sistem administrasi dan teknis lainnya seringkali peran tidak didefinisikan dengan baik dalam organisasi yang lebih kecil. Bahkan di organisasi yang lebih besar, administrator sistem senior sering memiliki keahlian dalam bidang-bidang lain sebagai hasil dari pengalaman kerja.
Dalam organisasi yang lebih kecil, IT / komputasi spesialisasi kurang sering dilihat dalam detail, dan administrator sistem istilah digunakan dalam cara yang agak umum - mereka adalah orang-orang yang tahu bagaimana sistem komputer bekerja dan bisa merespons ketika sesuatu gagal.

Sistem Administrator Privileges

Istilah administrator sistem juga dapat digunakan untuk menjelaskan suatu hak istimewa yang pemilik komputer harus memperoleh di komputer sendiri untuk melakukan tindakan tertentu bahkan bila komputer ini bukan bagian dari sistem yang lebih besar.
Administrator jaringan modern adalah profesional yang bertanggung jawab atas pemeliharaan perangkat keras komputer dan perangkat lunak yang terdiri dari sebuah jaringan komputer. Hal ini biasanya meliputi penggelaran, konfigurasi, pemeliharaan dan pemantauan peralatan jaringan aktif. Peran yang terkait adalah bahwa dari spesialis jaringan, atau analis jaringan, yang berkonsentrasi pada jaringan desain dan keamanan.
Administrator Jaringan biasanya merupakan tingkat BAMF teknis / staf jaringan dalam sebuah organisasi dan akan jarang terlibat dengan dukungan pemakai langsung. The Network Jaringan Administrator akan berkonsentrasi pada kesehatan secara keseluruhan jaringan, server penyebaran, keamanan, dan memastikan bahwa konektivitas jaringan di seluruh perusahaan LAN / WAN infrastruktur setara dengan pertimbangan teknis di tingkat jaringan organisasi hirarki. Administrator jaringan dianggap Tingkat 3 support personel yang hanya bekerja pada istirahat / memperbaiki masalah yang tidak dapat diselesaikan di Tier1 (helpdesk) atau Tier 2 (desktop / teknisi jaringan) tingkat.
Tergantung pada perusahaan, Network Administrator situs juga mungkin desain dan membangun jaringan. Namun, tugas ini mungkin ditugaskan ke Network Engineer harus satu akan tersedia bagi perusahaan.
Peran yang sebenarnya Administrator Jaringan akan bervariasi dari perusahaan ke perusahaan, tapi umumnya akan meliputi kegiatan dan tugas-tugas seperti alamat jaringan tugas, tugas dari routing protokol dan tabel routing konfigurasi serta konfigurasi otentikasi dan otorisasi - layanan direktori. Sering mencakup pemeliharaan fasilitas jaringan di masing-masing mesin, seperti driver dan pengaturan dari komputer pribadi serta printer dan semacamnya. Kadang-kadang juga mencakup pemeliharaan jaringan tertentu server: file server, VPN gateway, sistem deteksi intrusi, dll
Jaringan spesialis dan analis berkonsentrasi pada desain jaringan dan keamanan, khususnya masalah dan / atau debugging masalah yang berhubungan dengan jaringan. Pekerjaan mereka juga dapat mencakup pemeliharaan jaringan otorisasi infrastruktur, serta jaringan cadangan sistem.
Administrator bertanggung jawab atas keamanan dari jaringan dan untuk menetapkan IP alamat ke perangkat yang terhubung ke jaringan. Menetapkan memberikan alamat IP subnet administrator kontrol atas personil yang terhubung ke subnet. Hal ini juga membantu untuk memastikan bahwa administrator mengetahui setiap sistem yang terhubung dan yang secara pribadi bertanggung jawab untuk sistem.


READ MORE - TUGAS ADMINISTRATOR JARINGAN

mengenal sistem startup dan shutdown

Selama proses booting, Linux akan memanggil sebuah loader yang disebut dengan LILO (belakangan juga muncul loader bernama GRUB), yang kemudian akan memanggil sebuah program yang bernama dengan init. Program init inilah yang kemudian akan memeriksa file-file inisialisasi sistem, lokasi file-file tersebut berada, dan menjalankan Linux sesuai dengan default run level yang digunakan.


Proses Startup

Proses starup dimulai ketika sistem sudah memanggil LILO dan proses booting sudah diserahkan pada sebuah program induk yang disebut dengan init. Pada hampir kebanyakan distribusi Linux, proses startup mengikuti aturan-aturan seperti berikut.

1. Eksekusi LILO

2. LILO Memuat secondary loader pada /boot/chain.b.

3. /boot/chain.b menjalankan Kernel Linux. Sampai pada bagian ini, seorang pengguna akan melihat tampilan pesan pada layar seperti menjalankan daemon, memerika integritas perangkat keras, dan sebagainya.

4. Kernel menyerahkan tugasnya kepada init.

5. Init menjalankan berbagai program di belakang layar yang dibutuhkan oleh seorang user untuk login ke dala sistem.

6. Init memanggil program yang digunakan untuk login.


Proses Startup pada tiap Distribusi

Seperti sudah diterangkan di atas, setelah init mengambil alih tugas booting sistem dari LILI atau GRUB, init akan menjalankan sistem sesuai dengan default run level yang digunakan. Pada beberapa distribusi, penanganan run level ini berbeda satu dengan lainnya.


Run Level pada RedHat dan OpenLinux

Kedua distribusi ini meletakkan program-program shell pada direktori /etc/rc.d. Program-program yang berhubungan dengan init diletakkan dalam sebuah direktori master pada /etc/rc.d/init.d. Sedangkan direktori lainnya lagi memiliki nama yang sama untuk setiap run level, misalnya /etc/rc1.d/ untuk run level 1.


Debian/GNU LINUX

Debian memiliki kesamaan dengan RedHat ataupun OpenLinux. Perbedaan terletak pada direktori master, yaitu /etc/init.d sedangkan untuk RedHat atau OpenLinux adalah /etc/rc.d.init.d.


Slackware

Slackware memiliki kesamaan dengan RedHat ataupun OpenLinux. Perbedan terletak pada distribusi Slackware yang tidak menggunakan file dengan link sombolik seperti yang digunakan oleh distribusi lainnya. Jadi setiap file yang berhubungan dengan init adalah program binari yang memang dapat dieksekusi untuk menjalankan script shell.


SuSE

Perbedaan utama SuSE dengan RedHat ataupun Open Linux adalah struktur yang berada pada direktori master /etc/rc.d/rc di link kembali ke direktori aktif yang berada pada /etc/rc.d/.


Proses Startup dan LILO

Penggunaan boot manajer memungkinkan kita untuk menjalankan lebih dari sistem operasi pada satu komputer. Dengan boot manajer kita dapat memilih salah satu sistem operasi untuk dijalankan pada waktu proses booting pertama kali. Kebanyakan distribusi saat ini menyertakan LILO atau GRUB yang dapat diinstal pada waktu proses instalasi. Keberadaan boot manajer ini memungkinkan seorang user untuk dapat menggunakan harddisk berukuran besar dengan menyertakan opsi linear pada lilo.conf. Untuk mengkonfigurasikan lilo, dapat dilakukan dengan menggunakan tool-tool berbasis grafis, seperti RedHat dengan Linuxconf atau Webmin untuk Open Linux. Meskipun tersedia tool berbasis grafis, kita dapat mengkonfigurasikan lilo dengan menggunakan cara manual pada file /etc/lilo.conf.

Jika pada satu komputer terdapat dua sistem operasi (misal Linux dan MS Windows), pada file lilo.conf terdapat dua baris utama yang menunjukkan opsi yang digunakan untuk menjalankan kedua sistem operasi tersebut. Pada kedua baris tersebut terdapat sebuah opsi label yang merupakan nama dari sistem operasi yang digunakan untuk menjalankan salah satu sistem operasi yang digunakan.

Salah satu opsi yang digunakan pada lilo adalah pengaturan waktu yang digunakan untuk memberikan kesempatan user memilih salah satu sistem operasi yang digunakan sebelum nilai default yang digunakan lilo dijalankan. Opsi ini menggunakan timeout dan berisikan nilai dalam satuan detik. Misalkan kita akan mengatur timeout dengan satuan waktu 20 detik, tambahkan opsi berikut ke dalam lilo.conf.


timeout = 200


opsi lainnya dalah default, yang digunakan untuk mengatur dafult sistem operasi yang akan dijalankan jika batas timeout di atas sudah habis. Untuk mengatur Linux sebagai default sistem operasi yang akan dijalankan, gunakan opsi berikut.


default = linux


Untuk menjalankan sistem operasi, dalam konfigurasi lilo harus dimasukkan opsi image yang digunakan untuk memanggil image dari kernel Linux. Contoh berikut digunakan untuk memanggil image kernel yang digunakan pada distribusi RedHat 7.2.


image=/boot/vmlinuz-2.4.7-10


Setelah memuat image dari Kernel Linux, langkah berikutnya adalah menentukan label dari kernel Linux yang digunakan, termasuk partisi tempat file image tersebut berada.


label=linux

root=/dev/hda5


Langkah terakhir adalah dengan mengaktifkan perubahan yang dilakukan pada file lilo.conf dengan mengetikkan perintah lilo pada prompt Linux seperti berikut.


#lilo


Berikut ini adalah isi file lilo.conf yang penulis gunakan pada distribusi RedHat 7.2.


prompt

timeout=50

default=linux

boot=/dev/hda

map=/boot/map

install=/boot/boot.b

message=/boot/message

linear

image=/boot/vmlinuz-2.4.7-10

label=linux

read-only

root=/dev/hda5


init dan Run Level

Ada beberapa cara untuk melakukan booting terhadap sistem, yang sering sekali digunakan adalah dengan membooting sistem menggunakan harddisk dan menggunakan floppy drive. RedHat dan distribusi Linux lainnya menggunakan proses boot yang yang disebut dengan init sysV yang merupakan sistem booting yang digunakan oleh BSD. Init adalah program dari kernel yang dieksekusi pada waktu startup, dan kemudian memiliki nomor PID 1. Proses boot ini kemudian menjadi proses induk (parent process) bagi semua proses yang berada dalam sistem.


Langkah-langkah yang dilakukan oleh sistem pada waktu booting adalah :


1. Kernel menjalankan program init yang berada pada direktori /sbin

2. init menjalankan script shell /etc/rc.d/rc.sysinit.

3. rc.sysinit menjalankan sistem lainnya dan menampilkan proses startup.

4. Init menjalankan script yang sesuai dengan default run level.

5. Init menjalankan script pada /etc/rc.d/rc.local.


Program ini kemudian menjalankan banyak proses dan menuliskan informasi ke konsol dan sistem log pada /var/log/message tentang status dari setiap proses yang dijalankan.init menjalankan semua proses yang dibutuhkan oleh sistem operasi untuk melaksanakan tugasnya, seperti networking, menggunakan mouse, fungsi dari I/O dan sebagainya. init juga harus mengetahui program mana yang harus dijalankan dengan membaca file-file yang berada pada /etc/rc.d. Setiap file yang berada pada direktori ini dikelompokkan berdasarkan run level, pada tiap-tiap direktori.


Run level terdiri dari berbagai tipe layanan, dari single user mode (run level 1) sampai multiuser, multitasking (run level 3). Tabel berikut memperlihatkan run level yang tersedia pada Linux.


Tabel 1 Run Level pada Linux

Run Level Penjelasan

0 Halt

1 Single user mode

2 Multi user, tidak ada NFS

3 Full multiuser mode

4 Unused (tidak digunakan)

5 X11

6 reboot


Run Level 0 : /etc/rc.d/rc0.d

Seperti yang anda lihat pada tabel diatas, run level 0 akan menjalankan sekumpulan script yang digunakan untuk shutdown. Script pada run level ini akan menjalankan proses seperti berikut :


1. Mematikan semua proses yang sedang berjalan

2. Mematikan file virtual memory yang di swap

3. Melakukan proses unmounting swap dan filesistem yang di mount.


Berikut ini adalah file-file yang digunakan ketika proses mematikan komputer berjalan.


K00linuxconf -> ../init.d/linuxconf*

K05keytable -> ../init.d/keytable*

K10xfs -> ../init.d/xfs*

K11drakfont -> ../init.d/drakfont*

K15numlock -> ../init.d/numlock*

K20kheader -> ../init.d/kheader*

K30usb -> ../init.d/usb*

K44rawdevices -> ../init.d/rawdevices*

K60atd -> ../init.d/atd*

K60crond -> ../init.d/crond*

K65identd -> ../init.d/identd*

K75netfs -> ../init.d/netfs*

K80random -> ../init.d/random*

K92anacron -> ../init.d/anacron*

K95harddrake -> ../init.d/harddrake*

K95kudzu -> ../init.d/kudzu*

K97sound -> ../init.d/sound*

K99syslog -> ../init.d/syslog*

S00killall -> ../init.d/killall*

S01halt -> ../init.d/halt*


Run Level 1: /etc/rc.d/rc1.d

Run Level 1 merupakan single user mode, atau merupakan mode untuk melakukan administrasi, run level ini digunakan seorang sistem administrator untuk melakukan perawatan software.

Untuk masuk kedalam mode ini pada waktu boot ketikkan perintah seperti berikut ini :


boot : linux single


dengan demikian anda akan langsung masuk kedalam runlevel 1 dengan melewati berbagai argumen yang ada pada kernel.


Run Level 2: /etc/rc.d/rc2.d

Runlevel 2 merupakan multiuser mode. Pada runlevel ini fungsi untuk networking bisa dijalankan kecuali untuk network file system (NFS). Pilihan ini berguna jika anda hanya menjalankan komputer PC anda untuk stand alone.


Run Level 3: /etc/rc.d/rc3.d

Runlevel 3 merupakan default runlvel yang ada pada file /etc/inittab. Untuk distribusi keluaran akhir seperti redhat 7.0 menggunakan runlevel 5 sebagai defaultnya.


Run Level 4: /etc/rc.d/rc4.d

Runlevel 4 digunakan sebagai runlevel yang bisa anda seting kembali untuk menjalankan runlevel anda sendiri. Dengan demikian anda bisa membuat runlevel dengan meletakkan file-file yang ingin anda gunakan atau tidak anda gunakan dengan cara membuat file-file yang memiliki simbolik link ke direktori atau file lain yang telah anda pilih.


Run Level 5: /etc/rc.d/rc5.d

Runlevel 5 digunakan untuk menjalankan aplikasi pada X window. Pada runlevel ini banyak servis networking yang juga diaktifkan.


Run Level 6: /etc/rc.d/rc1.d

Runlevel 6 digunakan untuk reboot sistem. Isi dari direktori pada level ini merupakan link yang sama dengan runlevel 0, akan tetapi pada script yang yang digunakan untuk mematikan sistem diganti dengan script yang digunakan untuk mereboot komputer.

Struktur program init terdiri atas direktori seperti berikut ini :


init.d

rc0.d

rc1.d

rc2.d

rc3.d

rc4.d

rc5.d

rc6.d


Tiap-tiap nomor dalam nama direktori memiliki hubungan dengan dengan tiap runlevel pada tabel 6.1. Tiap direktori berisikan shell script yang berguna untuk menjalankan atau menghentikan servis yang dibutuhkan pada setiap runlevel. Nama file pada setiap script shell pada masing-masing direktori dimulai dengan huruf S atau K.Huruf S berarti start (Menjalankan proses) dan K berarti Kill (mematikan proses). Seperti terlihat berikut ini :


K00linuxconf@ K15numlock@ K60atd@ K80random@ K97sound@

K05keytable@ K20kheader@ K60crond@ K92anacron@ K99syslog@

K10xfs@ K30usb@ K65identd@ K95harddrake@ S00killall@

K11drakfont@ K44rawdevices@ K75netfs@ K95kudzu@ S01halt@


Setiap script hanya bisa menerima perintah yang berasal dari init untuk dijalankan (start) atau berhenti (stop), sebagai contoh jika anda menjalankan perintah untuk menghentikan servis buat sound, maka pada konsol anda ketikkan perintah sebagai berikut :


/etc/rc.d/init.d/sound start
javascript:void(0)

atau anda hendak menghentikan servis tersebut, yang harus anda lakukan seperti berikut ini :


/etc/rc.d/init.d/sound stop
READ MORE - mengenal sistem startup dan shutdown

Kamis, 06 Mei 2010

eleft to tracker behind the scene

Assalamualaikum......

postingan pertama kita mungkin akan membuat agan agan, saudara saudari, om tante, ncang ncing, enyak babe pada bingung ya???????dengan judul postingan ini.
eleft to tracker ialah sekelompok mahasiswa yang meluangkan waktunya untuk mencari sesuap ilmu di dunia informatika khususnya di kampus .......... (pokoknya yang lambang kampusnya ada petirnya haha7 ).
READ MORE - eleft to tracker behind the scene

Template by : kendhin x-template.blogspot.com